Mataram, 3 September 2026 - Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Proposal BIMA dengan menghadirkan Prof. Lili Zalizar, M.Si., Kaprodi Doktor Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai pemateri. Kegiatan yang mengangkat tema “Tembus BIMA: Strategi Jitu Menyusun Proposal Pengabdian yang Dilirik Reviewer” ini berlangsung pada Kamis, 3 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Senat Lantai 3 FAPERTA UMMAT.
Workshop ini menjadi ruang strategis bagi dosen dan civitas akademika FAPERTA UMMAT untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan dalam menyusun proposal pengabdian yang berkualitas dan memiliki daya saing dalam skema pendanaan BIMA.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FAPERTA UMMAT, Syirril Ihromi, SP., MP. Dalam sambutannya, Dekan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen dalam menghasilkan proposal pengabdian yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga mampu menunjukkan gagasan yang inovatif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memiliki dampak yang jelas.
Menurutnya, kegiatan workshop seperti ini menjadi bagian penting dalam mendorong budaya akademik dan produktivitas dosen di lingkungan FAPERTA UMMAT, khususnya dalam meningkatkan peluang memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui skema BIMA.
Selanjutnya, kegiatan dipandu oleh WD II FAPERTA UMMAT, Ir. Karyanik, ST., MT., IPM., yang bertindak sebagai moderator. Dalam pengantarnya, moderator mengarahkan peserta untuk mengikuti materi secara aktif serta memanfaatkan sesi diskusi untuk menggali pengalaman dan strategi praktis dari pemateri.
Sebagai pemateri, Prof. Lili Zalizar, M.Si. membagikan berbagai pengalaman dan strategi dalam menyusun proposal pengabdian yang mampu menarik perhatian reviewer. Materi workshop mencakup pemahaman skema pengabdian BIMA, strategi menemukan ide dan mitra, teknik menyusun proposal yang kuat, tips lolos seleksi dan dilirik reviewer, hingga sesi tanya jawab dan diskusi interaktif.
Melalui pengalaman akademik dan keberhasilannya dalam memperoleh pendanaan BIMA, Prof. Lili memberikan gambaran bahwa keberhasilan sebuah proposal tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh kemampuan pengusul dalam membangun urgensi masalah, kebaruan solusi, ketepatan sasaran, keterlibatan mitra, metode pelaksanaan, serta luaran dan dampak program yang terukur.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Dosen dan civitas akademika yang hadir aktif mengikuti pemaparan materi serta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyusunan proposal pengabdian.
Workshop ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para dosen FAPERTA UMMAT untuk menghasilkan proposal pengabdian yang lebih terstruktur, inovatif, berdampak, dan kompetitif sehingga mampu meningkatkan peluang memperoleh pendanaan BIMA.
Dengan semangat “Pengabdian Berkualitas, Berkontribusi untuk Negeri”, FAPERTA UMMAT terus mendorong penguatan kapasitas akademika dalam menghasilkan karya pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.
