Yogyakarta, 27 Agustus 2026 - Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan kualitas kelembagaan melalui kegiatan benchmarking ke sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 26–29 Agustus 2026, dengan mengunjungi sejumlah perguruan tinggi yang tercantum dalam surat tugas Rektor UMMAT.
Kegiatan benchmarking ini menjadi salah satu agenda yang melibatkan unsur pimpinan fakultas, program studi, hingga pengelola laboratorium di lingkungan UMMAT. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan adanya upaya untuk membuka ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman pada berbagai bidang yang berkaitan dengan pengelolaan pendidikan tinggi.
Berdasarkan Surat Tugas Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram tertanggal 18 Agustus 2026, sebanyak lima orang ditugaskan untuk menghadiri kegiatan benchmarking di Yogyakarta. Mereka terdiri atas Syiril Ihromi, SP., MP. selaku Dekan Fakultas Pertanian, Karyanik, ST., MT. selaku Wakil Dekan II, Erni Romsyah, S.TP., M.Sc. selaku Ketua Program Studi Teknik Pertanian, Adi Saputrayadi, SP., M.Si. selaku Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, serta Earlyna Sinthia Dewi, ST., M.Pd. selaku Kepala Laboratorium Kimia Dasar.
Kelima unsur tersebut membawa latar belakang dan tanggung jawab yang berbeda dalam lingkungan Fakultas Pertanian UMMAT. Kehadiran mereka dalam agenda benchmarking diharapkan dapat memberikan ruang untuk melihat secara langsung berbagai praktik yang diterapkan oleh perguruan tinggi yang menjadi tujuan kunjungan.
Dalam surat tugas tersebut, lokasi kegiatan benchmarking meliputi Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan UMBY. Kunjungan dijadwalkan menjadi rangkaian kegiatan selama empat hari di Yogyakarta.
Benchmarking antarlembaga pendidikan tinggi merupakan momentum penting untuk membangun wawasan melalui proses pembelajaran secara langsung. Dengan bertemu dan melihat praktik yang berlangsung di perguruan tinggi lain, para peserta dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai berbagai aspek pengelolaan institusi, sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing.
Bagi Fakultas Pertanian UMMAT, keterlibatan pimpinan fakultas, program studi, dan pengelola laboratorium dalam kegiatan ini menjadi bagian yang relevan dalam memperkuat hubungan antara pengelolaan kelembagaan dan pelaksanaan kegiatan akademik. Program studi dan laboratorium merupakan bagian penting dalam mendukung proses pendidikan, sehingga pengalaman dari institusi lain dapat menjadi bahan pembelajaran untuk pengembangan ke depan.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi UMMAT untuk memperluas interaksi kelembagaan dengan perguruan tinggi di Yogyakarta. Pertemuan dalam agenda benchmarking dapat membuka ruang untuk saling berbagi pengalaman, melihat berbagai pendekatan yang diterapkan, sekaligus memperkaya wawasan para peserta yang terlibat.
Tidak hanya bagi institusi, kegiatan benchmarking juga memberikan pengalaman langsung bagi para pejabat dan pengelola unit yang mengikuti kegiatan. Masing-masing peserta dapat melihat berbagai praktik dari sudut pandang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, baik dalam konteks pengelolaan fakultas, program studi maupun laboratorium.
Kegiatan ini berlangsung di tengah kebutuhan perguruan tinggi untuk terus melakukan pengembangan secara berkelanjutan. Karena itu, kegiatan kunjungan dan pembelajaran antarlembaga menjadi salah satu cara untuk memperkaya referensi dalam melihat perkembangan pengelolaan pendidikan tinggi.
Dengan dilaksanakannya benchmarking tersebut, UMMAT diharapkan semakin memiliki wawasan dan referensi yang dapat mendukung pengembangan institusi. Pengalaman yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi para peserta untuk kemudian memberikan kontribusi sesuai bidang tugas masing-masing di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram.
Lebih jauh, keterlibatan unsur pimpinan dan pengelola akademik dalam satu agenda bersama menunjukkan pentingnya kolaborasi internal dalam proses pengembangan institusi. Pengalaman dari kegiatan benchmarking tidak hanya menjadi pengalaman personal bagi peserta, tetapi juga berpotensi menjadi pengetahuan bersama yang dapat dibagikan di lingkungan fakultas dan universitas.
Melalui kegiatan benchmarking di Yogyakarta ini, UMMAT terus membuka ruang untuk belajar, melihat praktik baik, serta memperluas perspektif dalam pengelolaan perguruan tinggi. Agenda yang berlangsung pada 26–29 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari langkah UMMAT dalam memperkaya pengalaman kelembagaan melalui interaksi dan kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi.
@adminfaperta
