Mataram, 31 Juli 2026 - Dalam upaya memperkuat pembinaan karakter Islami dan meningkatkan pemahaman nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan sivitas akademika, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) kembali menyelenggarakan kegiatan Kajian Kemuhammadiyahan (Kaji-Mu) yang diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin fakultas yang menjadi wadah pembinaan spiritual sekaligus sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan kerja.
Kegiatan Kaji-Mu kali ini mengangkat tema "Fiqih An-Nisa: Tuntunan Keluarga Sakinah (Relasi Partnership dalam Rumah Tangga)", yang diselenggarakan pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 08.00–09.30 WITA, bertempat di Ruang Rapat Senat Fakultas Lantai 3. Kajian menghadirkan Ust. Sahman Z., M.H. sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun relasi kemitraan (partnership) dalam kehidupan rumah tangga berdasarkan ajaran Islam.
Dalam pemaparannya, Ust. Sahman Z., M.H. menjelaskan bahwa Islam memandang keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat yang beradab. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga memiliki peran strategis dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, penuh ketenteraman, dan saling menguatkan. Konsep keluarga sakinah tidak hanya dipahami sebagai kehidupan yang damai, tetapi juga sebagai sebuah ikhtiar bersama yang dibangun melalui keimanan, komunikasi yang baik, saling menghormati, saling memahami, dan komitmen untuk bekerja sama dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Beliau menegaskan bahwa relasi antara suami dan istri dalam Islam bukanlah hubungan yang didasarkan pada dominasi salah satu pihak, melainkan hubungan kemitraan yang saling melengkapi sesuai dengan hak, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing. Dengan menerapkan prinsip partnership, setiap keputusan dalam keluarga dapat dibangun melalui musyawarah, saling menghargai pendapat, serta mengedepankan semangat tolong-menolong demi terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Lebih lanjut, narasumber mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun kehidupan rumah tangga. Sikap penuh kasih sayang, kelembutan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap pasangan menjadi nilai-nilai yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, keluarga yang dibangun di atas landasan iman dan akhlak yang baik akan melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kajian tampak hangat dan penuh antusiasme. Para dosen dan tenaga kependidikan mengikuti materi dengan seksama serta aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta berkaitan dengan implementasi konsep relasi kemitraan dalam rumah tangga, pembagian peran suami dan istri di era modern, hingga pentingnya komunikasi yang efektif dalam menyelesaikan persoalan keluarga. Diskusi tersebut memperkaya wawasan peserta sekaligus memberikan solusi berdasarkan perspektif Al-Qur'an dan Sunnah.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh peserta untuk mengevaluasi peran masing-masing dalam membangun keluarga yang harmonis. Nilai-nilai yang disampaikan diharapkan tidak berhenti sebagai teori, tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat, saling mendukung, dan penuh keberkahan.
Pelaksanaan Kaji-Mu merupakan salah satu bentuk komitmen FAPERTA UMMAT dalam mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ke dalam budaya akademik. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, UMMAT terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan pembinaan yang tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik dan profesional sivitas akademika, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual, moral, dan sosial sebagai bekal dalam menjalankan tugas sebagai pendidik maupun tenaga kependidikan.
Melalui kegiatan seperti ini, FAPERTA UMMAT berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan semakin memahami pentingnya keseimbangan antara profesionalisme dalam bekerja dan kualitas kehidupan keluarga. Keharmonisan rumah tangga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap semangat kerja, kualitas pelayanan akademik, serta terciptanya lingkungan kampus yang religius, humanis, dan berkemajuan.
Di akhir kegiatan, peserta menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan karena dinilai relevan dengan tantangan kehidupan keluarga pada masa kini. Besar harapan agar kegiatan Kaji-Mu terus menjadi agenda pembinaan yang berkelanjutan dengan tema-tema yang aktual dan aplikatif, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan karakter Islami sivitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram.
@adminfaperta
