Mataram, 17 Juli 20206 - Komitmen memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi terus diwujudkan Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Langkah tersebut ditandai melalui kegiatan Penguatan Kerja Sama dan Jejaring Akademik bersama Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) yang berlangsung di Ruang Senat UMMAT Lantai 3, Jumat (17/7/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi kedua institusi untuk memperluas sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan Teknik Pertanian dan Biosistem, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas melalui riset bersama, publikasi ilmiah, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta promosi Program Studi Doktor (S3) FTAB UB kepada sivitas akademika UMMAT.
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh sivitas akademika FAPERTA UMMAT tersebut dipandu oleh Karyanik, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan II FAPERTA UMMAT. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus membangun jejaring akademik yang produktif sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, tantangan pembangunan pertanian saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antarinstitusi melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan laboratorium, pertukaran pengetahuan, hingga peningkatan kapasitas dosen. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi kedua perguruan tinggi.
Dekan FAPERTA UMMAT, Syirril Ihromi, S.P., M.P., menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik FTAB UB ke Universitas Muhammadiyah Mataram. Menurutnya, kehadiran delegasi UB merupakan kehormatan sekaligus peluang besar untuk membangun hubungan kelembagaan yang lebih erat. Ia menegaskan bahwa FAPERTA UMMAT terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi unggulan di Indonesia. Kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia dinilai menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian yang semakin kompleks. Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi akademik, tetapi mampu melahirkan berbagai program nyata yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun kemajuan sektor pertanian nasional.
Sementara itu, Wakil Dekan III FTAB UB, Dr. Mochamad Bagus Hermanto, S.TP., M.Sc., menjelaskan bahwa Universitas Brawijaya secara konsisten membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Ia menuturkan bahwa jejaring akademik merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat kapasitas institusi melalui kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bereputasi, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Pada kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan Program Studi Doktor (S3) FTAB UB yang dirancang untuk menghasilkan akademisi dan peneliti yang unggul di bidang teknologi agroindustri dan biosistem. Melalui program tersebut, para dosen diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat budaya riset yang berdampak bagi pembangunan nasional.
Dukungan terhadap penguatan kerja sama tersebut juga disampaikan Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Mataram, Ir. Asmawati, M.P. Menurutnya, pengembangan jejaring akademik merupakan bagian dari strategi UMMAT dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas kolaborasi riset, serta memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional. Ia menilai sinergi dengan UB akan membuka lebih banyak peluang bagi dosen untuk melanjutkan studi, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, mengembangkan inovasi berbasis riset, serta memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh sebab itu, ia berharap hubungan yang telah terjalin dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang produktif dan memberikan manfaat tidak hanya bagi kedua institusi, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Selain pemaparan mengenai profil FTAB UB beserta Program Studi Doktor (S3), kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai berbagai peluang kerja sama, mulai dari penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah nasional dan internasional, pengembangan laboratorium, peningkatan kompetensi dosen, hingga implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para dosen yang aktif menyampaikan pandangan, pengalaman, serta gagasan mengenai pengembangan riset di bidang Teknik Pertanian dan Biosistem.
Suasana keakraban dan semangat kolaborasi mewarnai jalannya kegiatan hingga akhir acara. Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Melalui penguatan jejaring akademik ini, FAPERTA UMMAT dan FTAB UB berkomitmen merealisasikan berbagai bentuk kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang berdampak luas, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian dan biosistem di Indonesia.
@adminfaperta
