Pringgabaya, 18 Agustus 2026 - Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) terus mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Teaching Factory berbasis industri yang dilaksanakan di CV. Baura, Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Mahasiswa melalui Implementasi Teaching Factory Berbasis Industri untuk Mewujudkan Link and Match Perguruan Tinggi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)” dan diikuti oleh dosen, pegawai, serta mahasiswa FAPERTA UMMAT.
Kegiatan Teaching Factory ini menjadi bagian dari upaya FAPERTA UMMAT menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal secara langsung lingkungan dunia usaha dan industri. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis dari proses pembelajaran di kampus, tetapi juga dapat melihat bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan diterapkan dalam aktivitas nyata di lingkungan industri.
Selama berada di CV. Baura, rombongan FAPERTA UMMAT mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja, fasilitas, serta berbagai aktivitas yang berlangsung di perusahaan tersebut. Mahasiswa melakukan observasi secara langsung terhadap proses kerja dan aktivitas produksi yang dijalankan, mulai dari pengenalan bahan dan sarana pendukung, penggunaan peralatan atau teknologi dalam proses kerja, tahapan pengolahan, hingga aktivitas yang berkaitan dengan penyelesaian dan pengelolaan hasil kegiatan usaha. Observasi tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai bagaimana sebuah kegiatan usaha dijalankan secara terstruktur dan membutuhkan keterpaduan antara sumber daya manusia, teknologi, bahan, serta sistem kerja.
Selain melakukan observasi, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung penerapan teknologi dan penggunaan berbagai peralatan yang mendukung aktivitas di CV. Baura. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena mahasiswa dapat membandingkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah dengan penerapannya di lapangan. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami bahwa penguasaan teori perlu diimbangi dengan keterampilan praktis serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Kegiatan juga diisi dengan interaksi dan diskusi antara dosen, pegawai, mahasiswa, dan pihak CV. Baura. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa dapat menggali berbagai informasi mengenai aktivitas usaha, proses kerja, pengelolaan kegiatan industri, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta peluang pengembangan dan inovasi. Interaksi langsung dengan lingkungan industri memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai kondisi nyata dunia kerja sekaligus memahami kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan dan dunia usaha.
Pengalaman tersebut juga memberikan pembelajaran mengenai pentingnya kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama tim, efisiensi, serta kemampuan menyelesaikan permasalahan dalam lingkungan kerja. Kompetensi tersebut menjadi bagian penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebagai calon lulusan yang akan memasuki dunia profesional maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Implementasi Teaching Factory di CV. Baura juga menjadi salah satu langkah strategis FAPERTA UMMAT dalam memperkuat link and match antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri. Hubungan antara institusi pendidikan dan industri memiliki peran penting dalam memastikan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa memperoleh pengalaman industri secara langsung, sementara perguruan tinggi dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi, kebutuhan kompetensi, serta tantangan yang dihadapi dunia usaha.
Sinergi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dalam berbagai bentuk kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan, seperti kegiatan magang mahasiswa, praktik kerja lapangan, penelitian terapan, pengembangan inovasi, pembelajaran berbasis industri, hingga penguatan kewirausahaan mahasiswa. Dengan adanya hubungan yang semakin erat antara kampus dan industri, proses pendidikan diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis dan kesiapan profesional.
Bagi mahasiswa FAPERTA UMMAT, kegiatan Teaching Factory di CV. Baura menjadi pengalaman berharga untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana teori, teknologi, keterampilan, dan manajemen diterapkan dalam lingkungan usaha. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mengembangkan kompetensi, kreativitas, inovasi, serta kemampuan dalam melihat peluang usaha yang relevan dengan bidang pertanian dan perkembangan industri.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen FAPERTA UMMAT dalam mengembangkan model pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran berbasis industri memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata sekaligus memahami berbagai tuntutan profesional yang tidak selalu dapat diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas.
Melalui pelaksanaan Teaching Factory di CV. Baura pada 18 Agustus 2026, FAPERTA UMMAT berharap hubungan dan sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri dapat semakin kuat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta berkontribusi terhadap pengembangan sektor pertanian dan industri di masa mendatang.
@adminfaperta
