Mataram, 23 Mei 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) kembali menyelenggarakan kegiatan Kajian Muhammadiyah (Kaji-Mu) yang diikuti oleh dosen dan pegawai lingkup fakultas pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai tersebut berlangsung di Ruang Senat Fakultas Lantai 3 dengan menghadirkan narasumber, Muhammad Mazim. Pada kesempatan ini, tema yang diangkat adalah “Qurban Sebagai Manifestasi Ketakwaan”. Kegiatan Kaji-Mu merupakan agenda pembinaan rutin yang dilaksanakan sebagai upaya memperkuat nilai-nilai spiritual, keislaman, dan kebersamaan di lingkungan FAPERTA UMMAT. Melalui kegiatan ini, fakultas berkomitmen membangun budaya akademik yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan dan profesionalisme kerja, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.
Sejak awal kegiatan, suasana kajian berlangsung dengan penuh khidmat dan antusias. Para dosen dan pegawai tampak mengikuti setiap rangkaian acara dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Momentum ini sekaligus menjadi sarana silaturahmi serta refleksi diri dalam menyambut Hari Raya Iduladha yang identik dengan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Dalam penyampaian materinya, Ust. Muhammad Mazim, Lc., M.A. menjelaskan bahwa ibadah qurban memiliki makna yang sangat luas dan mendalam dalam kehidupan seorang muslim. Menurut beliau, qurban bukan hanya dipahami sebagai aktivitas penyembelihan hewan semata, melainkan bentuk nyata ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Esensi utama dari qurban adalah ketakwaan, sebagaimana Allah SWT menilai keikhlasan dan ketulusan hati hamba-Nya dalam menjalankan perintah.
Beliau juga mengulas kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai simbol pengorbanan dan kepatuhan total kepada Allah SWT. Dari kisah tersebut, umat Islam diajarkan tentang pentingnya keimanan, kesabaran, serta kesiapan untuk mengorbankan sesuatu yang dicintai demi menjalankan perintah Allah. Nilai-nilai itulah yang seharusnya menjadi spirit dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia kerja. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa semangat qurban juga harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Melalui qurban, umat Islam diajak untuk memperkuat rasa empati, solidaritas, dan kebersamaan, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, ibadah qurban tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar dalam membangun keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kajian tersebut, peserta juga diajak untuk menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana introspeksi diri. Seorang muslim diharapkan mampu mengendalikan ego, meningkatkan rasa syukur, serta memperbaiki kualitas ibadah dan hubungan sosial. Nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, disiplin, dan tanggung jawab yang terkandung dalam ibadah qurban dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan akademik dan profesional. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait implementasi nilai-nilai qurban dalam kehidupan sehari-hari serta tantangan menjaga ketakwaan di tengah aktivitas dan dinamika pekerjaan.
Melalui kegiatan Kaji-Mu ini, FAPERTA UMMAT berharap seluruh dosen dan pegawai dapat terus memperkuat kualitas keimanan dan ketakwaan, sekaligus menanamkan nilai-nilai Islami dalam budaya kerja dan kehidupan bermasyarakat. Selain menjadi wadah penguatan spiritual, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun lingkungan akademik yang harmonis, religius, serta berkemajuan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FAPERTA UMMAT menunjukkan komitmennya dalam menciptakan keseimbangan antara pengembangan intelektual dan pembinaan spiritual bagi seluruh civitas akademika. Semangat qurban yang sarat dengan nilai keikhlasan dan pengorbanan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, masyarakat, dan umat.
@adminfaperta
