+6285-338-491-677 [email protected]
Spread the love

Mataram, 02 Juli 2026 - Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) bekerja sama dengan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat (PATPI NTB) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional FAPERTA UMMAT 2026 pada Kamis (2/7/2026) di Aula Rektorat Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Mataram. Mengusung tema “Transformasi Pertanian Berkelanjutan melalui Inovasi Teknologi dan Hilirisasi Agroindustri untuk Ketahanan Pangan di Era Perubahan Iklim”, kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan menghadirkan peserta secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting. Seminar Nasional ini menjadi salah satu forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, organisasi profesi, praktisi, mahasiswa, dan pelaku industri untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan dan peluang pembangunan sektor pertanian di tengah perubahan iklim. Kolaborasi antara FAPERTA UMMAT dan PATPI NTB merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan organisasi profesi guna menghasilkan inovasi yang mampu mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Kegiatan mengangkat lima subtema utama, yaitu Energi dan Inovasi Teknologi, Pertanian Berkelanjutan, Teknologi Pascapanen, Hilirisasi Agroindustri, serta Agribisnis dan Ketahanan Pangan. Kelima subtema tersebut menjadi fokus pembahasan dalam merumuskan strategi pengembangan sektor pertanian yang adaptif, produktif, dan berdaya saing di era perubahan iklim. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian UMMAT, Syirril Ihromi, S.P., M.P. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari upaya FAPERTA UMMAT bersama PATPI NTB dalam membangun budaya akademik yang produktif melalui kolaborasi riset, pengembangan inovasi, serta diseminasi hasil-hasil penelitian kepada masyarakat. Menurutnya, transformasi sektor pertanian tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah melalui inovasi teknologi, efisiensi energi, penguatan hilirisasi agroindustri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Mataram, Ir. Asmawati, M.P., yang mewakili Rektor UMMAT. Beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar nasional hasil kolaborasi FAPERTA UMMAT dan PATPI NTB yang dinilai mampu menjadi ruang strategis dalam memperkuat jejaring kerja sama antar berbagai pemangku kepentingan. Beliau berharap kegiatan ini mampu menghasilkan berbagai gagasan, inovasi, dan rekomendasi yang dapat diimplementasikan dalam pembangunan sektor pertanian nasional, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT, pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, anggota PATPI NTB, instansi pemerintah, peneliti, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia yang mengikuti seminar secara luring maupun daring. Sesi seminar dipandu oleh Adi Saputrayadi, S.P., M.Si. sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Narasumber pertama, Prof. Dr. Ir. Nursigit Bintoro, M.Sc., dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), hadir secara daring melalui Zoom. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya penerapan inovasi teknologi dan efisiensi energi sebagai fondasi transformasi pertanian modern. Pemanfaatan teknologi digital, Internet of Things (IoT), otomatisasi sistem produksi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta energi terbarukan dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim. Narasumber kedua, Lalu Mirza Amir Hamzah B., S.P., M.M., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, hadir secara langsung. Dalam materinya, beliau memaparkan berbagai strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan, modernisasi alat dan mesin pertanian, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan hilirisasi komoditas unggulan daerah agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.

Sementara itu, narasumber ketiga, Dr. Erni Romansyah, S.TP., M.Sc., dosen Fakultas Pertanian UMMAT, menyampaikan materi mengenai pengembangan teknologi pascapanen dan hilirisasi agroindustri sebagai strategi meningkatkan mutu dan nilai ekonomi hasil pertanian. Beliau menjelaskan bahwa penerapan teknologi pascapanen yang tepat mampu mengurangi kehilangan hasil (post-harvest losses), meningkatkan kualitas produk, memperpanjang umur simpan, serta memperluas akses pasar bagi produk pertanian lokal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha agroindustri. Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai penerapan inovasi teknologi, pengembangan energi terbarukan di sektor pertanian, strategi hilirisasi produk pertanian, hingga penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, dan dunia industri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional FAPERTA UMMAT 2026 yang berkolaborasi dengan PATPI NTB, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dalam menghasilkan riset dan inovasi yang aplikatif serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia. Seminar ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan sistem pertanian yang modern, berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan perubahan iklim demi tercapainya ketahanan pangan nasional.

 

@adminfaperta


Spread the love