Mataram, 31 Desember 2025 – Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kualitas akademik dan pengembangan wawasan global melalui penyelenggaraan General Lecture bertema “The Role of Agritech in Improving Agricultural Efficiency and Added Value”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UMMAT, serta diikuti secara hybrid melalui Zoom Meeting, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian UMMAT dengan antusiasme tinggi, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan peran strategis teknologi pertanian (agritech) dalam menjawab tantangan sektor pertanian modern, khususnya dalam meningkatkan efisiensi produksi dan nilai tambah hasil pertanian.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian UMMAT, Syirril Ihromi, S.P., M.P. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pemanfaatan agritech merupakan kebutuhan mendesak dalam pengembangan pertanian masa kini yang berdaya saing dan berkelanjutan. Menurutnya, sektor pertanian tidak lagi dapat bergantung pada metode konvensional semata, tetapi harus didukung oleh inovasi teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan sumber daya, serta kualitas dan nilai ekonomi produk pertanian. Oleh karena itu, integrasi agritech dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat menjadi fokus utama Fakultas Pertanian UMMAT.
“Mahasiswa pertanian hari ini dituntut tidak hanya memahami teori dasar, tetapi juga mampu membaca peluang dan mengaplikasikan teknologi untuk menciptakan solusi nyata di lapangan. Agritech adalah salah satu kunci untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing global,” ungkapnya. Lebih lanjut, Dekan Fakultas Pertanian UMMAT juga menyampaikan bahwa kegiatan General Lecture ini merupakan bagian dari strategi fakultas dalam membangun atmosfer akademik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri dan pelaku usaha di bidang pertanian.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa, memotivasi lahirnya inovasi, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis pertanian. Fakultas Pertanian UMMAT akan terus mendorong kolaborasi internasional dan sinergi dengan dunia industri sebagai bekal mahasiswa menghadapi tantangan pertanian modern,” tambahnya. General Lecture ini menghadirkan dua narasumber kompeten dari kalangan akademisi internasional dan praktisi industri. Ms. Maisaroh Samanae, S.E., M.Sc., dosen dari Yala Rajabhat University, Thailand, memaparkan peran agritech dalam meningkatkan efisiensi sistem pertanian serta pengembangan pertanian berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Ia juga berbagi pengalaman implementasi teknologi pertanian yang telah diterapkan di Thailand sebagai model pengembangan pertanian berbasis inovasi.
Sementara itu, Bayu Ardiansyah, S.TP., selaku Founder dan Owner Cahaya Moringa, menyampaikan materi berbasis praktik tentang pengembangan produk pertanian bernilai tambah melalui inovasi pengolahan dan pemanfaatan teknologi. Ia menekankan pentingnya kreativitas, keberanian berinovasi, serta pemahaman pasar dalam membangun usaha pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi pada nilai tambah.
Kegiatan diskusi dipandu oleh Adi Saputrayadi, S.P., M.Si., Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian UMMAT, yang mengarahkan jalannya acara agar berlangsung interaktif dan aplikatif. Berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta menunjukkan ketertarikan serta kesadaran akan pentingnya agritech dalam pengembangan sektor pertanian ke depan. Melalui pelaksanaan General Lecture ini, Fakultas Pertanian UMMAT menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang inovatif, adaptif, serta siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian yang efisien, bernilai tambah, dan berkelanjutan.
@adminfaperta
