Mataram, 05 November 2026 – Berbagai inovasi teknologi hasil karya mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berhasil menarik perhatian Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Bapak Budi Santoso, dalam kunjungannya ke stan Program Studi Teknik Pertanian dan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), Kamis, 5 November 2026. Kunjungan tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Mataram yang bertempat di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT.
Kehadiran Menteri Perdagangan di stan FAPERTA UMMAT menjadi momentum istimewa sekaligus kebanggaan bagi civitas akademika, khususnya mahasiswa yang selama ini aktif mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi pertanian dan pengolahan hasil pertanian. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan berkesempatan melihat secara langsung beragam hasil kreativitas, pengembangan teknologi, serta produk inovatif mahasiswa yang dipamerkan sebagai bentuk implementasi ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Stan FAPERTA UMMAT menampilkan berbagai inovasi yang merepresentasikan dua bidang keilmuan utama, yaitu Teknik Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian. Dari bidang Teknik Pertanian, mahasiswa memperkenalkan sejumlah pengembangan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta teknologi tepat guna yang dirancang untuk mendukung aktivitas pertanian, meningkatkan efisiensi pekerjaan, dan membantu menjawab berbagai permasalahan teknis yang dihadapi masyarakat, khususnya petani.
Pengembangan alat dan mesin pertanian tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung transformasi sektor pertanian menuju sistem pertanian yang lebih modern, efektif, dan produktif. Melalui pendekatan rekayasa teknologi, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan teknologi yang memiliki manfaat langsung bagi kegiatan produksi pertanian.
Sementara itu, dari bidang Teknologi Hasil Pertanian, berbagai produk olahan pangan hasil kreativitas mahasiswa turut diperkenalkan kepada Menteri Perdagangan. Produk-produk tersebut menunjukkan potensi pengembangan komoditas pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui proses pengolahan, inovasi formulasi, pengemasan, serta pengembangan kualitas produk. Hal ini sekaligus menggambarkan bahwa sektor pertanian tidak hanya berbicara mengenai kegiatan budidaya dan produksi bahan baku, tetapi juga mencakup pengolahan, diversifikasi, pemasaran, hingga penguatan daya saing produk pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi teknologi dan produk yang dikembangkan oleh mahasiswa FAPERTA UMMAT. Apresiasi tersebut menjadi perhatian penting karena menunjukkan bahwa kreativitas dan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi memiliki relevansi dengan kebutuhan pengembangan sektor pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan produk unggulan.
Perhatian Menteri Perdagangan terhadap inovasi alat mesin pertanian dan produk olahan pangan juga menjadi dorongan positif bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan hasil karya yang lebih aplikatif, inovatif, dan memiliki nilai ekonomi. Inovasi teknologi pertanian memiliki peluang besar untuk mendukung peningkatan produktivitas serta efisiensi proses produksi, sedangkan pengembangan produk olahan pangan dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan memperluas peluang pasar.
Kunjungan tersebut juga menjadi gambaran pentingnya keterhubungan antara dunia pendidikan tinggi dengan perkembangan sektor perdagangan dan industri. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia usaha.
Dalam konteks pembangunan pertanian, penguasaan teknologi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian yang tepat guna dapat membantu mengatasi keterbatasan tenaga kerja, meningkatkan efektivitas kegiatan produksi, serta memperbaiki kualitas hasil pertanian. Di sisi lain, pengembangan teknologi pengolahan pangan dapat membuka peluang diversifikasi produk, memperpanjang masa simpan, meningkatkan kualitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Hal tersebut menjadi semakin relevan bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang memiliki potensi sumber daya pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang cukup besar. Potensi tersebut membutuhkan dukungan inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan industri pengolahan agar komoditas lokal tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.
Melalui inovasi yang dikembangkan mahasiswa, FAPERTA UMMAT turut mengambil bagian dalam mendorong pengembangan potensi tersebut. Berbagai karya yang ditampilkan menjadi representasi kreativitas generasi muda dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan sektor pertanian dan pangan di daerah.
Kegiatan pameran inovasi dalam rangkaian Kuliah Umum ini juga menjadi sarana pembelajaran di luar ruang kelas bagi mahasiswa. Interaksi secara langsung dengan Menteri Perdagangan memberikan pengalaman berharga dalam memperkenalkan hasil karya, menyampaikan gagasan inovasi, serta melihat peluang pengembangan teknologi dan produk yang memiliki prospek untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Lebih dari sekadar memamerkan hasil karya, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kepercayaan diri mahasiswa agar berani menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan potensi yang dimiliki. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pola pikir inovatif serta memiliki keberanian untuk membawa hasil penelitian dan pengembangan teknologi menuju tahap penerapan dan komersialisasi.
Bagi Program Studi Teknik Pertanian, pengembangan inovasi alat dan mesin pertanian menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi mahasiswa di bidang rekayasa sistem dan teknologi pertanian. Sementara itu, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian terus mendorong pengembangan kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan produk pangan yang berkualitas, inovatif, aman, dan memiliki peluang pasar.
Sinergi kedua bidang keilmuan tersebut memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem inovasi pertanian yang terintegrasi, mulai dari proses produksi bahan baku, penerapan teknologi pertanian, penanganan pascapanen, pengolahan hasil, hingga pengembangan produk yang siap dipasarkan.
Ke depan, berbagai inovasi mahasiswa tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan penelitian, praktikum, pengabdian kepada masyarakat, program kewirausahaan, serta kolaborasi dengan pemerintah, dunia industri, dan pelaku usaha. Dengan demikian, hasil karya mahasiswa tidak hanya menjadi produk pameran akademik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk dikembangkan menjadi teknologi tepat guna maupun produk unggulan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kunjungan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso ke stan FAPERTA UMMAT menjadi momentum yang memberikan semangat baru bagi civitas akademika untuk terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Apresiasi terhadap karya mahasiswa menjadi motivasi agar pengembangan teknologi dan produk berbasis potensi lokal dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas, fungsi, kebermanfaatan, maupun peluang pengembangannya di dunia usaha.
FAPERTA UMMAT berkomitmen untuk terus mendorong pendidikan pertanian yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian dan pangan di masa mendatang.
Melalui penguatan kompetensi mahasiswa, pengembangan teknologi tepat guna, serta inovasi pengolahan hasil pertanian, FAPERTA UMMAT berupaya mengambil peran dalam mendukung transformasi pertanian menuju sektor yang lebih modern, produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Momentum kunjungan ini menjadi pengingat bahwa inovasi tidak hanya lahir dari laboratorium dan ruang perkuliahan, tetapi juga dari keberanian mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan, menciptakan solusi, dan mengembangkan gagasan menjadi karya nyata.
Dari alat dan mesin pertanian hingga produk olahan pangan, mahasiswa FAPERTA UMMAT menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi dalam membangun masa depan pertanian Indonesia.
@adminfapertaummat
