Mataram, 04 November 2026 – Laboratorium Teknik Sumberdaya Lahan dan Air (TSLA) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT) berkolaborasi dengan Perhimpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (PERMATEKTA UMMAT) menyelenggarakan kegiatan pelatihan QGIS x TerraLab dengan mengusung tema “AI-Powered Geospatial Mapping for Smart Agriculture”, pada Rabu, 4 November 2026, pukul 16.00 WITA hingga selesai, bertempat di Smart Class Lantai 3 FAPERTA UMMAT. Kegiatan ini diikuti oleh 45 mahasiswa Fakultas Pertanian UMMAT sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi geospasial dan kecerdasan buatan untuk mendukung pengembangan pertanian cerdas.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Laboratorium TSLA UMMAT bersama PERMATEKTA UMMAT dalam memperluas wawasan dan keterampilan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi digital di bidang pertanian. Integrasi Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang baru dalam pengolahan data spasial, analisis karakteristik wilayah, serta penyajian informasi geografis yang lebih efektif dan informatif.
Kegiatan dipandu oleh Taufik selaku Ketua Himpunan Mahasiswa (KAHIM) PERMATEKTA UMMAT sebagai moderator, dengan menghadirkan Pangeran Apriyono Subirto sebagai pemateri. Dalam sesi pemaparan, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan aplikasi QGIS sebagai perangkat lunak Sistem Informasi Geografis untuk pengolahan, visualisasi, dan analisis data spasial, serta pengenalan TerraLAB sebagai pendekatan pemanfaatan AI Agent dalam mendukung proses pemetaan geospasial.
Dalam materinya, Pangeran Apriyono Subirto menjelaskan bahwa perkembangan teknologi geospasial saat ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghasilkan peta, tetapi juga bagaimana data geografis dapat diolah menjadi informasi yang bernilai untuk mendukung pengambilan keputusan. Melalui integrasi QGIS dan dukungan AI Agent TerraLAB, proses pemetaan berpotensi dikembangkan menjadi lebih interaktif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan analisis wilayah.
Penerapan teknologi tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan bidang Teknik Pertanian, khususnya dalam pengelolaan sumber daya lahan dan air. Berbagai analisis spasial dapat dikembangkan untuk mendukung identifikasi penggunaan lahan, pemetaan karakteristik wilayah, analisis kesesuaian lahan pertanian, identifikasi potensi sumber daya air, hingga penyusunan peta tematik sebagai dasar perencanaan pengembangan kawasan pertanian.
Lebih lanjut, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pemetaan geospasial memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi metode kerja baru dalam pengolahan informasi geografis. Teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses analisis dan penyusunan informasi spasial, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan solusi berbasis teknologi terhadap berbagai permasalahan di sektor pertanian.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Sebanyak 45 mahasiswa Fakultas Pertanian UMMAT mengikuti rangkaian pelatihan dengan penuh perhatian dan terlibat dalam diskusi bersama pemateri. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan teknologi GIS dan AI serta peluang penerapannya dalam kegiatan akademik, penelitian, praktikum, maupun pengembangan inovasi di bidang pertanian.
Kolaborasi antara Laboratorium TSLA UMMAT dan PERMATEKTA UMMAT juga mencerminkan pentingnya sinergi antara fasilitas laboratorium dan organisasi kemahasiswaan dalam menciptakan lingkungan akademik yang produktif dan inovatif. Laboratorium tidak hanya berperan sebagai sarana praktikum, tetapi juga dapat menjadi pusat pengembangan keterampilan, eksplorasi teknologi, dan peningkatan kapasitas mahasiswa melalui kegiatan pelatihan yang aplikatif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk menguasai teknologi pemetaan digital dan mengembangkan kompetensi geospasial sebagai salah satu keterampilan pendukung dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Kemampuan mengintegrasikan data spasial, perangkat lunak GIS, dan teknologi kecerdasan buatan menjadi bekal penting dalam mendukung transformasi pertanian menuju sistem yang lebih presisi, produktif, dan berkelanjutan.
Ke depan, Laboratorium TSLA UMMAT bersama PERMATEKTA UMMAT berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan edukatif dan kolaboratif yang berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Pelatihan QGIS x TerraLab diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat budaya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital di lingkungan FAPERTA UMMAT, sekaligus mendukung lahirnya generasi muda pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Smart Agriculture.
@adminfapertaummat
