+6285-338-491-677 [email protected]
Spread the love

Mataram, 16 Februari 2026 – Momen haru turut mewarnai pelaksanaan yudisium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram ketika mahasiswa yudisium terbaik, Muh. Juni Aldi Irawan, S.T.P., menyampaikan kesan dan pesan yang penuh makna di hadapan pimpinan universitas, dosen, orang tua, serta rekan-rekan mahasiswa.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan menyelesaikan perjalanan akademik yang penuh tantangan. Menurutnya, yudisium bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan penanda bahwa satu fase perjuangan telah berhasil dilalui dengan kerja keras dan kesabaran.

Ia mengibaratkan perjalanan kuliah seperti proses bercocok tanam—tidak ada panen tanpa proses menanam dan merawat. Selama menempuh pendidikan, para mahasiswa menghadapi berbagai dinamika, mulai dari tugas yang menantang, praktikum di bawah terik matahari, hingga penelitian yang penuh revisi. Namun, semua itu menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk percaya pada kemampuan diri sendiri.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Fakultas Pertanian tidak hanya mengajarkan ilmu tentang tanaman, tanah, dan produksi, tetapi juga menanamkan nilai ketekunan, kesabaran, serta kesadaran bahwa sesuatu yang besar selalu berawal dari hal kecil—seperti benih yang tumbuh menjadi harapan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para dosen atas bimbingan, kesabaran, dan ketulusan dalam mendidik mahasiswa. Setiap arahan di kelas, diskusi akademik, hingga koreksi dalam penyusunan skripsi disebutnya sebagai bekal berharga untuk menghadapi masa depan.

Secara khusus, ia juga menyampaikan penghargaan mendalam kepada orang tua yang telah menjadi “akar” penguat dalam setiap langkah perjuangan. Doa dan pengorbanan keluarga, menurutnya, menjadi alasan utama para mahasiswa dapat berdiri hari ini sebagai sarjana pertanian.

Kepada rekan-rekan seperjuangan, ia mengenang berbagai “musim” yang telah dilalui bersama—musim semangat, kelelahan, hingga keraguan—yang pada akhirnya bermuara pada “musim panen kecil” berupa kelulusan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian ini hanyalah awal dari pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat.

Dalam pesannya, ia mengingatkan para lulusan agar tidak meremehkan peran sebagai sarjana pertanian. Di tengah tantangan krisis pangan, perubahan iklim, dan ketimpangan kesejahteraan petani, lulusan pertanian memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan solusi nyata. Ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti pada ijazah, tetapi harus diwujudkan dalam aksi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga menyadari bahwa jalan setiap lulusan akan berbeda—ada yang melanjutkan studi, bekerja di perusahaan, menjadi penyuluh, membangun usaha, maupun mengabdi di desa. Namun apa pun pilihan tersebut, ia berpesan agar idealisme untuk memberi dampak positif tidak pernah ditinggalkan.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh lulusan untuk menjadi generasi yang tidak hanya berhasil secara pribadi, tetapi juga mampu menjaga pangan, menjaga bumi, dan menjaga masa depan. Ia berharap nilai integritas, kerja keras, dan keberanian untuk terus bertumbuh yang telah ditanamkan selama masa kuliah dapat selalu menjadi pedoman dalam setiap langkah ke depan.

@adminfaperta


Spread the love
https://raptor-srls.it.com/
https://wrixtwistio.it.com/
https://shane.it.com/
https://hubzoomer.com/
https://www.camaraemplea.com/
slot 4d
toto4d